Mengenal Ragam Jenis Burung Puyuh

jenis jenis burung puyuh

Ragam Jenis Puyuh unggul Petelur

Selama ini, mungkin kita hanya mengenal burung puyuh yang dibudidayakan untuk diambil daging ataupun telurnya. Padahal, ada banyak ragam jenis burung puyuh di dunia ini. Puyuh sendiri adalah nama beberapa genera yang terdapat dalam familia Phasianidae. Burung ini memiliki ukuran menengah. Burung puyuh yang berasal dari famili Odontophoridae serta burung puyuh kancing dari famili Turnicidae tidak berkerabat dekat. Akan tetapi, keduanya memiliki perilaku serta karakteristik fisik yang hampir mirip. Burung puyuh juga termasuk dalam unggas daratan yang ukurannya kecil akan tetapi gemuk. Puyuh termasuk pemakan biji-bijian hingga serangga serta mangsa berukuran kecil. Unggas ini akan sering ditemukan bersarang di atas permukaan tanah dan memiliki kemampuan lari serta terbang dalam kecepatan tinggi namun jarak tempuhnya pendek.

  1. Jenis burung puyuh pertama yang mungkin belum banyak diketahui adalah Arborophila Javonavic. Jenis yang satu ini kerap disebut sebagai puyuh gonggong. Disebut demikian karena suaranya yang mirip seperti gong kecik. Ciri-ciri fisiknya adalah badan yang bulat dengan panjang sampai dengan 25 cm. Burung puyuh satu ini juga memiliki kepala berwarna merah gelap, paruhnya berwarna hitam, kakinya berwarna merah muda serta badannya kelabu agak kecokelatan. Ciri lainnya adalah ekor yang mengarah ke bawah. Burung satu ini hanya akan bertelur sebanyak 2 hingga 3 butir dalam satu kali masa bertelur.
  2. Ragam jenis burung puyuh berikutnya yang tak kalah unik adalah Rollulus Roulroul. Nama lainnya adalah puyuh mahkota. Ciri-ciri puyuh satu ini ialah bulu berwarna hijau pada pejantannya serta warna ekor belakang yang kebiru-biruan. Puyuh mahkota juga memiliki bulu sayap yang warnanya gelap. Sementara bulu di bagian kepalanya terlihat seperti sebuah kipas. Dari sinilah muncul julukan puyuh mahkota. Puyuh betina terutama memiliki ciri-ciri bulu berwarna biru cokelat muda serta tidak terdapat bulu mirip mahkota di kepala seperti pejantannya.
  3. Selanjutnya ada burung puyuh jenis Coturnix Chinensis. Jenis yang satu ini juga dikenal sebagai puyuh batu. Ciri fisiknya adalah panjang badan mencapai 15 cm. Puyuh batu yang berjenis kelamin jantan memiliki bulu pada perut yang berwarna cokelat. Pada bagian ekornya akan terdapat warna campuran cokelat serta garis kehitaman. Puyuh batu betina memiliki warna cokelat muda dan garis kehitaman serta kemerahan. Puyuh jenis ini dapat bertelur antara 4 hingga 6 biji saja dalam sekali masa bertelur.

Rata-rata ragam jenis burung puyuh di atas akan dimanfaatkan sebagai burung hias. Terutama karena bentuk dan warna bulu yang menarik serta hanya menghasilkan sedikit telur dalam sekali masa bertelur. Burung puyuh hias di atas akan cocok bagi kita yang gemar memelihara burung hias di rumah. Demikian aneka jenis burung puyuh yang unik serta dapat dijadikan burung hias.