Cara Mengawinkan dan Menetaskan Burung Puyuh Secara Benar

cara menagwinkan dan menetaskan puyuh

Cara mengawinkan dan menetaskan burung Puyuh

Telur burung puyuh termasuk salah satu telur unggas yang banyak peminatnya terutama di Indonesia. Ukurannya memang lebih kecil dibanding telur unggas lain, namun telur puyuh ini dapat diolah menjadi aneka macam masakan yang banyak digemari. Permintaan akan telur puyuh juga senantiasa mengalami peningkatan, demikian juga dengan dagingnya. Hal ini membuat bisnis ternak burung puyuh banyak digemari karena potensi keberhasilannya yang tinggi. Dalam bisnis ternak puyuh, cara menetaskan burung puyuh termasuk penting untuk diperhatikan. Berikut adalah cara-cara dalam menetaskan telur burung puyuh yang harus diketahui, terutama oleh peternak pemula.

  1. Mulailah dengan memilih induk burung puyuh yang baik. Induk jantan yang baik adalah yang sudah berusia setidaknya 2.5 bulan, berbadan tegap dan sehat, bentuk dada lebar serta bentuk kali terbuka.
  2. Sementara untuk indukan betina yang baik adalah yang umurnya sudah 4 bulan, berat badan antara 1.5 hingga 1.6 ons serta bulunya tampak utuh dan tidak rontok.
  3. Telur burung puyuh yang baik untuk ditetaskan adalah yang tampak bersih, bentuknya oval, beratnya antara 10 hingga 11 gram, cangkang telur tampak halus, tebal cangkangnya rata serta warnanya putih dengan corak hitam.
  4. Jika telah memiliki syarat induk dan telur di atas, tinggal melakukan proses penetasannya. Siapkan mesin tetas yang mampu menjaga suhu pada kisaran 38 hingga 39 derajat Celcius, dapat mendistribusikan panas secara merata, serta memiliki pengatur suhu yang berjalan secara otomatis.
  5. Cara menetaskan burung puyuh diawali dengan meletakkan telur yang akan ditetaskan dalam penampung telur, dengan bagian tumpul telur menghadap ke atas.
  6. Telur harus dibalik tiap hari sebanyak dua kali di waktu yang sama. Ini bertujuan agar semua bagian telur bisa terkena panas sepenuhnya.
  7. Telur yang ditetaskan dalam mesin ini akan menetas dalam kurun waktu antara 16 hingga 17 hari. Kita harus telaten dalam menjaga serta merawat telur tersebut terutama membaliknya. Tujuannya agar embrio di dalam telur tidak melekat di salah satu sisi yang akan mengurangi kesempatannya menetas.

Kualitas dari burung puyuh akan terlihat dari telur. Inilah mengapa telur puyuh dengan kualitas bagus akan memiliki kemungkinan besar untuk menetas saat ditetaskan. Sebaliknya, jika kualitas telur kurang baik maka besar kemungkinan juga telur tersebut tidak akan menetas. Tentunya akan ada kerugian besar apabila telur puyuh tidak menetas, terutama apabila kita adalah pebisnis burung puyuh. Pastikan kita memperhatikan dan memahami cara memilih indukan yang baik serta cara menetaskan burung puyuh di atas. Demikian adalah tips yang bisa dibagikan kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita yang tengah berbisnis burung puyuh dan ingin tahu bagaimana cara menetaskannya.